Prabowo Sambangi Pusdiklat SPD di Citeureup

by spdgroup
0 comment

Dewan Pembina sekaligus calon presiden Partai Gerindra, Prabowo Subianto menghadiri acara malam pembukaan Pendidikan dan Pelatihan Nasional (Diklatnas) Lemhanas III Badan Pimpinan Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI). Acara pembekalan untuk 105 peserta Diklatnas Lemhanas III ini berlangsung di Gedung Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) PT Security Phisik Dinamika (SPD) Citeurup, Bogor Jawa Barat Ahad, (23/02/2014).

Kedatangan Prabowo sekitar pukul 17.00 WIB disambut hangat oleh Presiden Direktur PT SPD Panglima Ali. Sejumlah security berseragam safari langsung mengawal dan mengarahkan Prabowo ke ruang VIP. Prabowo tersenyum. Sambil menoleh ke Panglima Ali yang duduk disampingnya berkata ; “Bagus sekali tempat ini. Pasti yang punya bukan orang sembarangan,” begitu kesan Prabowo melihat kompleks Pusdiklat SPD yang sudah melahirkan ribuan security handal dan professional di Indonesia sejak 15 tahun ini.

Memang baru kali ini Prabowo hadir di Pusdiklat SPD. Namun Prabowo mengaku sudah lama mendengar nama besar SPD di dunia pengamanan. Prabowo menyebut SPD termasuk perusahaan professional yang memiliki kelengkapan alat, pengetahuan dan pengalaman. Baginya SPD bukan perusahaan security baru. Hubunganya dengan Panglima Ali sudah terjalin sejak beberapa tahun silam. “Saya bangga dengan SPD yang lahir dari semangat entrepreneurship,” ujarnya.

Kedatangan Prabowo kali tidak hanya untuk bersilaturahim dengan Panglima Ali. Acara penting yang mendorongnya harus adalah pembekalan pemateri Diklatnas Lemhanas III BPP HIPMI. Pria yang mengenakan stelan kemeja coklat muda ini kemudian menuju podium. Mantan Danjen Kopassus itu acap kali melambaikan tangan ke arah peserta diklat yang memenuhi aula Panglima Ali.

Pidato Prabowo Subianto kali ini juga menarik untuk disimak. Ia tidak banyak menyindir lawan politiknya, justru lebih menyoroti beberapa persoalan di negeri ini seperti masalah korupsi, budaya impor beras – gula- jagung- gandum- garam, masalah pendidikan, kesejahteraan rakyat, keadilan dan kedaulatan negara.

Menurutnya, permasalahan ini harus diselesaikan bersama-sama. Pemerintah harus bisa mendorong tumbuhnya wirausahawan baru di Indonesia yang berfikir maju dan berjiwa entreperenurship. Menurutnya banyak peluang yang bisa dikembangkan menjadi bisnis seperti bidang pertambangan, energy, makanan, parfum, mie dan industry kreatif lainnya. “Terus terang kalau saya tidak di politik, saya akan berbisnis parfum supaya Indonesia wangi,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu juga Prabowo mengajak para pengusaha HIPMI meningkatkan kemampuan berwirausahanya. Pasalnya, sebentar lagi para pengusaha di Indonesia akan bertarung di kancah global dalam persiapan menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015. Menjadi pengusaha adalah jalan yang mulia karena bisa membantu negara menyediakan lapangan pekerjaan, meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan menyejahterakan keluarga. “Jadilah pengusaha yang jujur dan amanah untuk membawa perubahan bangsa Indonesia lebih maju dan disegani di dunia,” tandasnya.

Selesai acara, Prabowo Subianto berfoto bersama Presdir PT SPD Panglima Ali, Ketua Umum HIPMI Raja Sapta Oktohari dan sejumlah pengurus HIPMI lainnya. Sebelum meninggalkan markas SPD, Prabowo juga menyematkan tanda tangan di sebuah prasasti khusus untuk Pusdiklat SPD. | Muhajir.

You may also like

Leave a Comment